“Pahit, sedih, ngilu bersamaan dengan harapan di tanah Gaza dalam satu waktu, menjadi cerita yang indah dalam fiksi berbasis riset ilmiah karya Kirana. Saya getir, tapi anehnya juga tersenyum. Saya ngeri, tapi anehnya, saya sekaligus merasa tenang.
perempuan berjilbab ini memang luar biasa, Ia tetap sabar mencurahkan bakti meskipun aku dingin dan acuh tak acuh padanya selama ini. Aku belum pernah melihatnya memasang wajah masam atau tidak suka padaku. Kalau wajah sedihnya ya. Tapi wajah tidak sukanya belum pernah. Bah, lelaki macam apa aku ini, kutukku pada diriku sendiri.
Buku ini berisi tentang teknik dan cara cara berpidato agar mahir dan lancar
Buku ini bercerita tentang si Alif, ia baru saja tamat bersekolah dari Pondok Madani. Selepas dari pesantren, Alif dilingkupi banyak cita-cita, salah satunya adalah melanjutkan pendidikan di bidang teknologi, suskses seperti Pak Habibie dan kemudian hijrah ke Amerika Serikat
Buku ini bercerita tentang kehidupan Alif Fikri dalam masa pencarian tempat ia berkarya, pencarian belahan jiwa dan pencarian muara dari kehidupan yang ia jalani.
Kisah pada novel berangkat dari lima orang sahabat yang mondok di pesantren, lalu saat dewasa mereka kembali dipertemukan. Uniknya, setelah pertemuan itu apa yang dibayangkan oleh mereka ketika menunggu kumandang adzan maghrib di bawah menara masjid terwujud.
Dia abgai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adiku, dan ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik.rnDia sungguh bagai malaikat bagi keluiarga kami, memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharapka budi seklai pun. Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar peras…
Buku ini Masih tentang kisah petualangan tiga remaja tangguh Raib, Seli, dan Ali di klan Matahari. Namun kali ini ada tambahan tokoh yakni ILY dan tokoh lainnya. Ily merupakan putra sulung dari Ilo, ily lulusan akademi klan bulan dengan postur tubuh gagah dan sangat disiplin.
Pertemuan setelah tiga bulan yang penuh dengan rasa kangen akhirnya terjadi dan dirayakan dengan sebuah perjalanan. Sebuah perjalanan yang penuh dengan keyakinan, mimpi, cita-cita, dan cinta. Sebuah perjalanan yang telah mengubah mereka menjadi manusia sesungguhnya, bukan Cuma seonggok daging yang bisa berbicara, berjalan, dan punya nama.