aku hanya sebulir embun yang bermimpi jadi telaga, sebutir debu yang berasa jadi gurun sahara, sepenggal bulan sabit yang berharap jadi bulan purnama.
Kreysa-Krey, menderita trauma setelah mengalami pembulian yang dilakukan teman-teman di sekoahnya karena kasus korupsi yang menjerat sang papa. Ia pun terpaksa meninggalkan Ibu Kota dan pindah ke kota tempat kelahiran almarhumah mamanya dan bertekad tidak akan memercayai orang lain apalagi berteman.
Sam, seorang lelaki remaja yang banyak diidami kaum Hawa, dengan kehidupan kelamnya. Kemudia semua itu berubah seratus delapan puluh drajat setelah ia bertemu dengan perempuan berkerudung panjang dari seberang sekolahnya.rnDengan segala ketangguhan tekadnya, ia berusaha untuk mendapatkan hati perempuan itu. Tetapi ketika perbedaan terlalu sulit mereka terjang, akankah perbedaan dapat menyatukan…
Musim demi musim berganti, tetapi ia masih setia menantikan satu cinta. cinta pertamanya. Tak peduli ada lain hati yang berusaha memikatnya.rnEmapt musim berlalu, ia masih saja memilih pergi. mencoba menghindar sejauh mungkin. namun siapa yang bisa membohongi hati? sejauh apa p[un ia pergi. hatinya selalu membawanya kembali pada cinta pertamanya.
Kecuali Adit? !!rnTita heran bangetr, deh!! Selama ini Bunda mengurung tita di rumah, dilarang ini-itu, meski sama teman sendiri. Tapi, sejak kedatangan Adit dari Paris yang tidur di sebelah kamar Tita, Bunda jadi beda.rnTita diizinin ngapa-ngapain, asalkan sama Adit. Iya. Adit yang sok ganteng itu.rnAda apa sih dengan Adit, ko bisa segitu hebatnya menaklukan hati Bunda?
Betapa langkahmu kini tertatih dengan tubuh yang renta, Maafkan aku yang tak kuasa untuk bisa menuntunmu setiap saat, terjaga ada, setia untukmu seperti dulu engkau begitu sabar melatihku berdiri, berjalan hingga kini ku bisa berlari mengejar mimpi dan meraih semua asa dan cita-cita.
Adzan Shubuh dari meunasah terdengar syahdu. Baersahutan satu sama lain. Menggetarkan langit-langit LhokNga yang masih gelap. Tapi jangan salah, gelap-gelap begini kehidupan sudah dimulai. Anak gadis menjumput lipatan mukenah putih dari atas meja. Bapak-bapak membuka pintu rumah menuju meunasah. Ibu-ibu membimbing anak kecilnya bangun sholat berjamaah.
Kelembutannya tetap terasa selamanya tanpa harus ia bicara meminta dianggap ada. Tak ada satu katapun yang ia anggap rahasia, atau tersembunyi dari kasat mata anak-anaknya. Kalaupun ada sebuah rahasia, itu bukan ketidakjujuran sebenarnya.rnKarena ia selalu tak ingin laranya tampak dan tangisnya pecah terdengar. Sesungguynya ia penjaga hati anak-anaknya dengan kesucian cinta dan kemuliaan hati y…
Ketika hatiku, teringat satu kata Yang tak pernah mampu terbungkam dalam dusta Ku tau hati ini, inginkan hal sama Namun tak mudah, merubah semua yang ada Kita telah mencoba, melewati bersama Dengan air mata Canda tawa dan cinta Aku selalu bahagia akan hadirnya dirimu karena dalam gelapku kau slalu ada.
Pertemuan tak selalu dimulai dengan perkenalan manis atau jabat tangan hangat. Dia bisa juga membawa pertengkaran, kehilangan, dan rasa sakit. Tapi percayalah, semesta selalu memberi apa yang kita butuh, bukan yang diharapkan.